ASSALAMUALAIKUM WR.WB
Hai teman-teman!
Pada tanggal 6 November 2018, Hari selasa, jam 07.45. Kita ada mata kuliah Studi Qur’an tentang Materi I yaitu Keutamaan belajar dan mengajarkan Al- Qur’an. dan Materi II yaitu Rumah Al- Qur’an LPPIQ (Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al- Qur’an). Pada kesempatan ini Prof. Ali Aziz, M.Ag mengatakan bahwa hari ini sangat spesial karena prof. Ali mengundang dua orang yang hebat dan terkenal. Saya tidak sabar menunggu kehadiran dua orang yang paling spesial.
Saya kaget melihat di group WA bahwa teman-teman memberitahukan kalau ada orang spesial datang dan kita disuruh menuju ke ruang sidang. Tetapi saya datang ke ruang sidang melihat bangku-bangku kosong. Akhirnya pun, demi sedikit teman-teman datang dan ternyata ada kelas lagi gabung di ruang sidang yaitu kelas PMI.
Pukul 08.30 acara dimulai, dibuka dengan MC Asisten dosen Prof.Ali Aziz, M.Ag. yaitu Bu Ati’ Nursyafa’ah M.KOM.I yang biasa kita panggil dengan sebutan Bu Ati’. Setelah itu Bu Ati’ mengatakan sebelum acara dimulai kita membaca doa pembuka kuliah terlebih dahulu biar acaranya lancar. Akhirnya setelah membaca doa pembuka kuliah Bu Ati’ menyerahkan acara ini ke Bapak materi tersebut.
Materi I yaitu membahas tentang Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an yaitu dari hadits (Bukhari- 4639) mengatakan bahwa “Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al- Qur’an dan mengajarkannya”. Dan yang hadits kedua yaitu (Tirmidzi-2835) “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tidak mengatakan ALIF LAAM MIIM itu satu huruf, LAAM satu huruf dan MIIM satu huruf”.
Pemateri ini yang bernama Drs. H. Ali Muaffa adalah salah satu dari tim penyusun metode tilawati. Beliau ini mengatakan bahwa banyak masyarakat muslim di Indonesia itu menganggap bahwa belajar membaca Al- Qur’an itu sulit. Padahal kan membaca Al- Qur’an itu sangat mudah dengan cara metode. Dari hasil penelitian Departemen Agama mengatakan 75% itu menganggap bahwa membaca Al-Qur’an itu itu sulit dan yang 20% itu menganggap bahwa membaca Al-Qur’an itu mudah. Padahal dalam AL-Qur’an mengatakan bahwa “Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”.QS. Al-Qamar:54[17]. Tetapi ada lagi ayat surat Al- Qamar, yaitu: 40, 32, dan 22 berisi sama. Bagaimana cara membaca Al- qur’an itu mudah? caranya adalah dengan metode,tetapi kita tahu dari yang tidak bisa menjadi bisa. Mangkanya kita harus baca tilawati biar bisa.
Menurut bapak tersebut mengapa tilawati mudah dan menyenangkan? karena sejak awal dikenakan huruf, karena sejak awal menggunakan lagu, dalam proses pembelajarannya tilawati mengteknik klasikal disertai media memadai, menggunakan metode dan teknik baca tilawati, dan sistematika buku tilawati ada unsur tikror (pengulangan baik huruf, kalimat maupun ayat). Rasulullah SAW dalam berbagai hadits menyatakan seruannya tentang melagukan bacaan Al-Qur’an , yaitu: hiasilah bacaan Al- Qur’an dengan lagu, dan Bukan umatku orang yang membaca Al-Qur’an tanpa lagu.
Ada beberapa manfaat membaca Al-Qur’an menggunakan lagu, yaitu:
a. Memudahkan penguasaan materi.
b. Membuat senang, semangat.
c. Mendapat sunnah Nabi SAW.
d. Optimalisasi otak (kanan-kiri).
e. Membuat daya ingat makin kuat.
Sebelum kita mengajarkan orang lain menggunakan tilawati ada tahapan makro teaching, yaitu:
1. Salam
2. Menyapa santri/ siswa
3. Doa pembuka (ta’awud dan basmallah)
4. Praga (klasikal: Teknik sesuai pertemuan, 1 hal sebagai contoh)
5. Buku, diawali klasikal (T2. baca simak, 2 putaran), diakhiri klasikal T3 untuk pemantapan
6. Prosentasi kelancaran (lanjut/ ulang)
7. Doa penutup (Hamdalah)
8. Salam perpisahan
Materi II yaitu membahas tentang Rumah Al-Qur’an LPPIQ (Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an yaitu salah satu dari fungsi Al-Qur’an, yaitu Al-Qur’an memberikan petunjuk yang benar-benar absolut tetapi manusia terutama yang bertakwa sebagai gabungan (bacalah) dengan benar!. Namun kita sebelum membaca Al- Qur’an tidak boleh keraguan karena di Al-Qur’an ada menjelaskan bahwa “kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. QS. Al-Baqarah:2 [2].
Apa sih definisi membaca Al-Qur’an? menghimpun atau merangkai huruf-huruf menjadi kata dan kalimat, melafadhkan, menyerap informasinya, dan merespon dengan tindakan maupun perbuatan. Sekarang gini kebanyakan orang yang befikir Al-Qur’an itu sulit dipahami? Allah berfirman dalam Al-Qur’an itu mudah di pahami. tetapi dalam persepsi sebagian besar umat islam bahwa mempelajari atau membaca Al-Qur’an itu sulit. Biar tau coba kita lihat dalam surah Al-Qamar ayat 17, dan 22 yang berbunyi:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al- Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”.
Mangkanya kita ingin mudah membaca Al-Qur’an ada kuncinya, yaitu: kemauan dan kemampuan. Dan ada beberapa rahasia dalam Al-Qur’an yaitu kosa kata Al-Qur’an berjumlah 40.000 kosa kata, tetapi setelah kosa kata yang sama dikumpulkan ternyata 79% itu hanyalah pengulangan. Kuncinya di juz 1 dari 3.680 kosa kata sebanyak 2.520 kata pengulangan. Karena yang banyak mewakili kosa kata dalam Al-Qur’an adalah Surah al-Baqarah.
Contohnya:كل , قال – يقل أكل – يأ
Kunci: siapapun ingin lancar membaca Al-Qur’an, lancarkandulu surah al-Baqarah. Begitu pula siapapun ingin bisa menerjemah Al-Qur’an maka berlatihlah dulu menerjemahkan Surah al-Baqarah.
Pendapat Prof. Ali Aziz mengenai hal tersebut? Begini tutur beliau didalam artikelnya yang berjudul "Sound Healing With Al - Qur'an".
"Mulai sekarang, Jangan lewatkan satu haripun rumah Anda tanpa Suara Al - Qur'an. Keraskan bacaan anda dengan irama dan alunan yang ebuat hatianda berbunga-bunga, penuh suka cita. Semoga anda secara bertahap juga dapat memahami kandungan maknanya. Dari sinilah kita dapat mengetahui mengapa Rosulullah memerintahkan membaca Al - Qur'an dengan melagukannya".












